BUNTOK – Anggota DPRD Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Purliani Thea, menyoroti kesulitan yang dialami petani di bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito dalam memperoleh pupuk bersubsidi. Hal ini disampaikannya saat ditemui di Buntok, Rabu (05/11/2025).
Menurut Purliani, banyak petani harus menempuh perjalanan hingga puluhan kilometer untuk mendapatkan pupuk bersubsidi di kantor balai benih Desa Mangaris, Kecamatan Dusun Selatan. Kondisi ini membuat mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi.
“Jaraknya sekitar 20 kilometer dari kota Buntok, sehingga petani harus menanggung biaya besar untuk mengangkut pupuk,” ujarnya.
Selain menggunakan kendaraan darat, sebagian petani yang tinggal di bantaran sungai juga harus menempuh perjalanan melalui jalur air menggunakan perahu, yang tentu membutuhkan bahan bakar tambahan.
Purliani menjelaskan, masyarakat di Desa Tanjung Jawa misalnya, hampir 90 persen berprofesi sebagai petani. Mereka menghadapi beban ganda akibat biaya transportasi yang cukup tinggi dalam pengambilan pupuk bersubsidi.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat memberikan solusi nyata agar petani dapat memperoleh pupuk dengan lebih mudah.
“Jika jarak pengambilan bisa diperpendek atau bahkan disalurkan langsung ke wilayah petani, itu tentu akan sangat membantu meringankan beban mereka,” katanya. [Harli]

