Razia Gabungan dan Tes Urine, Lapas Palangka Raya Perkuat Komitmen Keamanan di HBP ke-62

0
14

PALANGKA RAYA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya menggelar razia gabungan, tes urine, dan pemusnahan barang hasil razia dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Senin (6/4).

Kegiatan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergitas bersama aparat penegak hukum (APH) guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari peredaran barang terlarang.

Penggeledahan dilakukan di seluruh blok hunian dengan pemeriksaan menyeluruh dan sistematis terhadap kamar warga binaan. Petugas tetap mengedepankan pendekatan humanis serta menjunjung tinggi hak asasi manusia selama proses berlangsung.

Dalam pelaksanaannya, Lapas Palangka Raya melibatkan sejumlah instansi, di antaranya BNNP Kalimantan Tengah, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 830/Isen Mulang, Polresta Palangka Raya, Polsek Bukit Batu, serta Puskesmas Tangkiling.

Kepala Lapas Palangka Raya, Hisam Wibowo, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memberantas peredaran handphone, pungli, dan narkoba (HALINAR) di dalam lapas.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan, tetapi merupakan wujud nyata komitmen kami dalam menjaga integritas dan keamanan rutan. Sinergi dengan APH menjadi kunci menciptakan lingkungan yang kondusif serta mendukung proses pembinaan yang optimal,” ujarnya.

Dari pihak kepolisian, Polsek Bukit Batu menyatakan dukungan penuh terhadap langkah preventif yang dilakukan pihak lapas guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami mendukung penuh langkah preventif seperti penggeledahan ini. Sinergi yang kuat antarinstansi akan meminimalisir potensi gangguan kamtibmas serta mencegah peredaran narkotika di dalam lapas,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan BNNP Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempersempit celah masuknya barang terlarang ke dalam lapas.

“Kami siap mendukung setiap upaya pengamanan. Kegiatan ini penting untuk memastikan tidak ada celah bagi masuknya barang terlarang,” jelasnya.

Selain penggeledahan, seluruh petugas lapas dan warga binaan yang telah melalui proses skrining juga menjalani tes urine yang diawasi langsung oleh BNNP. Kegiatan ditutup dengan pemusnahan barang hasil razia bersama seluruh unsur APH.

Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman dan kondusif tanpa gangguan berarti. Pendekatan persuasif yang diterapkan turut menjaga stabilitas di dalam lapas.

Melalui sinergi yang terus diperkuat, Lapas Palangka Raya berharap sistem pemasyarakatan semakin optimal, tidak hanya dari sisi pengamanan, tetapi juga dalam menciptakan proses pembinaan yang efektif, humanis, dan berkelanjutan bagi warga binaan. (*)