Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Palangka Raya Belajar Wirausaha Lewat Lapalka Café 40

0
33

PALANGKA RAYA — Upaya membekali warga binaan dengan keterampilan praktis terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya. Salah satunya melalui peresmian Lapalka Café 40, sebuah kafe yang menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan di bidang kuliner dan pelayanan.

Peresmian kafe tersebut dilakukan bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, Kamis (12/3). Prosesi pembukaan ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan Kepala Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah didampingi Kepala Lapas Palangka Raya Hisam Wibowo.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pejabat struktural, pegawai Lapas, serta sejumlah warga binaan yang terlibat dalam program pembinaan kemandirian. Suasana peresmian berlangsung khidmat sekaligus menjadi simbol dimulainya operasional kafe yang dikelola melalui pelatihan bagi warga binaan.

Kepala Lapas Palangka Raya Hisam Wibowo mengatakan, Lapalka Café 40 merupakan bagian dari inovasi pembinaan yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan dalam menjalankan usaha.

“Melalui program ini diharapkan warga binaan dapat mengembangkan kemampuan yang nantinya bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” ujar Hisam dalam sambutannya.

Menurut dia, pembinaan yang bersifat produktif penting agar warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal keterampilan yang dapat digunakan setelah bebas.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah I Putu Murdiana mengapresiasi langkah Lapas Palangka Raya yang terus mengembangkan program pembinaan yang kreatif dan produktif.

Ia menilai pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam sistem pemasyarakatan karena bertujuan mempersiapkan warga binaan agar mampu beradaptasi dan mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.

“Program seperti Lapalka Café 40 ini sangat positif karena tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi warga binaan,” kata Putu.

Dengan hadirnya Lapalka Café 40, Lapas Palangka Raya berharap dapat menyediakan ruang pembelajaran sekaligus kreativitas bagi warga binaan, khususnya dalam bidang kuliner dan pelayanan. Kehadiran kafe ini juga menjadi wujud komitmen lembaga pemasyarakatan dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, inovatif, dan bermanfaat bagi masa depan warga binaan. ((Hum/Red)