PALANGKA RAYA – Sekretaris Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) Kalimantan Tengah, Dr. Ari Yunus Hendrawan, menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program strategis dan mulia yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia serta menekan angka stunting.
Menurut Ari, program tersebut lahir dari kepedulian terhadap kondisi gizi anak-anak Indonesia yang selama bertahun-tahun masih menghadapi persoalan stunting dan kekurangan asupan nutrisi.
“Program MBG merupakan visi mulia yang berangkat dari kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa. Program ini hadir untuk memastikan anak-anak Indonesia memperoleh gizi yang cukup sehingga dapat tumbuh sehat dan berkualitas,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/6).
Ari menilai munculnya persoalan hukum yang menyeret oknum dalam pelaksanaan program harus dipandang sebagai tindakan individual yang tidak boleh mengaburkan tujuan utama MBG. Ia menyebut apabila terdapat penyimpangan, maka hal tersebut harus diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Jika ada oknum yang melakukan pelanggaran atau korupsi, tentu harus ditindak tegas. Itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat dan tujuan mulia program ini. Namun kesalahan individu tidak boleh dijadikan alasan untuk menggagalkan program yang manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” katanya.
Sebagai Sekretaris GEKIRA Kalteng, Ari menegaskan pihaknya siap mengawal keberlangsungan program tersebut agar tetap berjalan sesuai tujuan awal yang telah dicanangkan pemerintah.
Menurutnya, seluruh kader GEKIRA memiliki komitmen untuk mendukung program-program yang berpihak pada kepentingan rakyat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.
“Program MBG harus tetap berjalan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menyelamatkan dan mempersiapkan generasi masa depan Indonesia. Jangan sampai kepentingan segelintir pihak mengorbankan masa depan anak-anak bangsa,” tegasnya.
Meski demikian, Ari mendorong pemerintah melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terhadap tata kelola program agar pelaksanaannya semakin transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Ia menilai penguatan sistem pengawasan menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya praktik penyimpangan, sekaligus menutup ruang bagi pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan pribadi dari program tersebut.
“Kami mendukung perbaikan tata kelola, peningkatan pengawasan, dan penegakan hukum yang tegas terhadap siapa pun yang terbukti menyalahgunakan program ini. Tujuannya agar manfaat MBG benar-benar dirasakan masyarakat dan tidak dicederai oleh praktik-praktik yang merugikan negara,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Ari mengingatkan bahwa pemenuhan gizi anak merupakan agenda penting bagi masa depan bangsa yang harus dijaga bersama.
“Urusan masa depan gizi anak bangsa adalah kepentingan yang sangat penting. Jangan sampai dirusak oleh kepentingan pribadi, kelompok, atau tindakan yang bertentangan dengan hukum. Yang harus diperbaiki adalah tata kelolanya, bukan menghentikan programnya,” pungkasnya. (A.Hadi/Red)

