BUNTOK – DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel) melakukan studi banding ke DPRD Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, untuk memperdalam penyusunan perencanaan pembangunan tahun anggaran 2026. Kunjungan tersebut berlangsung pada Rabu (05/11/2025) dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Barsel, H Farid Yusran.
Menurut Farid, kunjungan ini menjadi penting karena kondisi keuangan daerah pada 2026 dipastikan mengalami penyesuaian signifikan akibat adanya pemotongan transfer ke daerah. Situasi ini menuntut setiap pemerintah daerah, termasuk Barsel, melakukan peninjauan ulang terhadap program yang telah disiapkan sebelumnya.
“Kunjungan ke sini dalam rangka studi banding terkait dengan perencanaan pembangunan di Tahun 2026,” ujar Farid Yusran. Ia menegaskan, kedua daerah menghadapi tantangan serupa sehingga pertukaran informasi menjadi langkah strategis untuk mengambil langkah yang tepat.
Dalam pertemuan itu terungkap bahwa Kabupaten Batola mengalami pengurangan anggaran lebih dari Rp300 miliar pada 2026. Sementara Barito Selatan menghadapi kondisi yang lebih berat, yakni pengurangan anggaran lebih dari Rp400 miliar. Kondisi itu membuat kedua daerah sepakat untuk melakukan review total terhadap program pembangunan yang telah dirancang.
Farid menyebutkan bahwa penyesuaian ini tidak hanya menyangkut skala prioritas, tetapi juga penataan ulang arah kebijakan agar pembangunan tetap berjalan meski dalam kondisi fiskal yang menurun. Ia menegaskan pentingnya menjaga efektivitas program tanpa mengurangi pelayanan publik.
Sementara itu, Tenaga Ahli DPRD Batola, Dahlan, mengatakan pertemuan tersebut juga membahas Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Menurutnya, DPRD Barsel menyampaikan sejumlah hal terkait strategi penyesuaian anggaran yang akan mereka tempuh ke depan.
“Termasuk hal-hal lainnya diutarakan mereka dari diskusi tadi,” ujar Dahlan setelah menerima rombongan DPRD Barsel. Ia menyambut baik studi banding ini dan berharap hasil pertukaran informasi dapat membantu kedua daerah dalam menghadapi tantangan fiskal 2026.(Harli)

