Kanwil Ditjenpas Kalteng Bersihkan Rumah Ibadah, Perkuat Toleransi di HBP ke-62

0
18

PALANGKA RAYA – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan tempat ibadah dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026, Jumat (10/4). Kegiatan dilakukan di Masjid Al-Furqon dan Gereja Zerubabel sebagai wujud kepedulian sosial dan penguatan nilai toleransi.

Kegiatan tersebut melibatkan seluruh pegawai Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah yang secara gotong royong membersihkan area sekitar rumah ibadah. Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HBP yang tidak hanya berfokus pada internal organisasi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemasyarakatan di tengah masyarakat melalui aksi sosial yang berdampak positif.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan hadir tidak hanya dalam tugas pembinaan, tetapi juga dalam aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan bersih-bersih rumah ibadah juga menjadi simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang terus dijaga di Kalimantan Tengah. Nilai kebersamaan dan gotong royong, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di tempat ibadah yang menjadi pusat aktivitas spiritual dan sosial.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi positif di tengah masyarakat, sekaligus mempererat hubungan harmonis antarumat beragama di wilayah setempat.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi bagian dari komitmen kami dalam membangun pemasyarakatan yang lebih peduli, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” tutup I Putu Murdiana. (Hum/red)