Tanam 2.000 Mangrove di Semarang, PAMA Group Gandeng Media Jaga Kelestarian Pesisir

0
2

SEMARANG – PAMA Group kembali menggelar Media Gathering PAMA Group 2026 sebagai agenda tahunan yang menjadi wadah silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dengan insan media. Kegiatan yang dipusatkan di Gumaya Hotel Semarang, Selasa (24/6/2026), itu dirangkai dengan aksi penanaman 2.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Mangunharjo, Kota Semarang.

Mengusung semangat kolaborasi untuk keberlanjutan, manajemen PAMA bersama wartawan dari berbagai media nasional dan daerah turun langsung melakukan penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan pesisir.

Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam mendukung rehabilitasi kawasan pantai yang memiliki peran penting sebagai pelindung alami dari abrasi, habitat berbagai biota laut, serta penyerap karbon yang efektif.

Sebelum mengikuti aksi penanaman, peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan mengenai konservasi ekosistem pesisir dan mangrove. Materi disampaikan oleh Kepala Subdirektorat Konservasi Universitas Negeri Semarang (UNNES), Prof. Dr. Nana Kariada Tri Martuti, M.Si., serta Puteri Indonesia Lingkungan 2018, Vania F. Herlambang.

Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan wawasan mengenai kondisi ekosistem pesisir Indonesia, manfaat ekologis mangrove, hingga pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PAMA Group dan Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai mitra akademik yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan aksi konservasi lingkungan.

Perwakilan Manajemen PAMA mengatakan Media Gathering tidak sekadar menjadi agenda tahunan perusahaan, tetapi juga ruang untuk mempererat komunikasi dan membangun kolaborasi yang lebih kuat bersama insan media sebagai mitra strategis perusahaan.

“Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat. Melalui Media Gathering PAMA Group 2026, kami ingin memperkuat hubungan baik yang telah terjalin sekaligus menghadirkan pengalaman bersama yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Nana Kariada mengapresiasi inisiatif PAMA Group yang menggabungkan kegiatan silaturahmi dengan aksi konservasi lingkungan. Menurutnya, mangrove memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan kawasan pesisir sekaligus menjadi solusi alami menghadapi perubahan iklim.

“Keberhasilan konservasi mangrove tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, pemerintah, media, dan masyarakat agar upaya pelestarian dapat berjalan secara berkelanjutan,” katanya.

Hal senada disampaikan Vania F. Herlambang. Ia menilai setiap bibit mangrove yang ditanam merupakan investasi bagi masa depan lingkungan dan generasi mendatang.

“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menciptakan perubahan secara fisik di kawasan pesisir, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga bumi,” ujarnya.

Melalui Media Gathering PAMA Group 2026, perusahaan berharap hubungan harmonis dengan insan media dapat terus terjalin sekaligus menjadi ruang kolaborasi dalam menghadirkan berbagai inisiatif positif yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. (A.Hadi)