SAMPIT – Menjelang pergantian tahun, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit kembali menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan gratis kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Dalam sosialisasi yang digelar di lapangan Lapas Senin (30/12/2024).
Kepala Lapas, Meldy Putera, menegaskan bahwa semua layanan, mulai dari administrasi hingga fasilitas dasar, disediakan tanpa biaya.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh WBP memahami bahwa tidak ada layanan yang dipungut biaya. Ini adalah hak mereka sebagai warga binaan, dan kami memastikan transparansi serta integritas dalam pelayanan,” ujar Meldy.
Selain itu, Lapas Sampit juga menghadapi tantangan overkapasitas yang mencapai 300 persen. Jumlah penghuni yang jauh melebihi kapasitas normal menjadi perhatian serius pihak Lapas. Meski demikian, Lapas tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik di tengah keterbatasan yang ada.
“Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi kami. Namun, kami tetap mengedepankan penanganan yang manusiawi dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi atas masalah overkapasitas ini,” tambahnya.
Sebagai upaya menciptakan lingkungan bebas narkoba, Lapas Sampit rutin menggelar razia dan tes urine bagi WBP maupun petugas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan narkoba di dalam lingkungan Lapas.
“Kegiatan razia dan tes urine menjadi prioritas kami. Langkah ini kami lakukan tidak hanya untuk WBP, tetapi juga kepada petugas, demi menciptakan lingkungan yang benar-benar bersih dari narkoba,” tegas Meldy.
Masyarakat diimbau untuk mendukung upaya pemberantasan narkoba di Lapas dengan memberikan informasi jika mengetahui adanya penyimpangan. Diharapkan langkah ini dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, kondusif, dan mendukung pembinaan WBP secara maksimal.[Apri]

