Pemkab Barsel Serahkan Alsintan dan Benih Padi untuk Perkuat Ketahanan Pangan

0
88

BUNTOK – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menyerahkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) dan benih padi Inbrida kepada kelompok tani sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian dan mendukung program ketahanan pangan. Penyerahan dilakukan oleh Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha, didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Barsel, Ida Safitri, dalam acara tanam bersama padi Inbrida di lahan Balai Benih Padi dan Palawija (BBPP) Desa Penda Asam, Selasa (27/5/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Barsel periode 2025–2030, yang salah satu fokus utamanya adalah penguatan sektor pertanian. Varietas padi Inbrida yang ditanam memiliki masa panen 85 hari setelah tanam dengan potensi hasil mencapai 10,2 ton per hektare, dinilai sangat efisien dan produktif.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Khristianto Yudha menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani dalam mengawal musim tanam April–September 2025. Ia menginstruksikan jajaran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk intensif mendampingi petani di lapangan.

“Kita harus bekerja sama secara berkelanjutan agar petani dapat memanfaatkan teknologi dan inovasi pertanian. Jika terjadi serangan hama atau gangguan lainnya, kelompok tani diharapkan segera melapor ke DKPP agar bisa ditangani dengan cepat. Ketahanan pangan adalah fondasi utama ketahanan nasional,” ujar Khristianto.

Bantuan yang diserahkan mencakup Alsintan dan benih padi Inbrida untuk dua tujuan utama: pengembangan dan penangkaran benih. Wilayah pengembangan seluas kurang lebih 100 hektare tersebar di Desa Penda Asam dan Desa Bintang Kurung, dengan target indeks pertanaman (IP) 200 melalui optimalisasi lahan rawa. Sementara untuk penangkaran benih, dilakukan di BBPP Penda Asam dan Desa Damparan seluas 50 hektare, dengan prediksi hasil 4,5 hingga 5,5 ton per hektare calon benih unggul.

Kepala DKPP Barsel, Ida Safitri, menjelaskan bahwa penggunaan benih unggul dan Alsintan saling melengkapi dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Ia menilai, penerapan teknologi pertanian modern akan mendorong efisiensi, hasil panen yang lebih tinggi, serta ketahanan terhadap hama dan perubahan iklim.

“Benih Inbrida yang kita gunakan lebih tahan hama, adaptif terhadap perubahan iklim, dan memberi hasil lebih baik. Dengan dukungan Alsintan, proses tanam menjadi lebih cepat dan akurat. Ini adalah langkah nyata dalam percepatan pembangunan pertanian di Barsel,” jelas Ida.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan enam kelompok tani dan para penyuluh sebagai ujung tombak penyampaian inovasi pertanian. “Hari ini menjadi sejarah baru bagi DKPP. Kita mulai menyelaraskan program kerja dengan lapangan secara langsung, dan ini akan terus kita kembangkan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati secara simbolis menyerahkan benih padi kepada perwakilan gabungan kelompok tani (Gapoktan). Bantuan diterima oleh Eko (Gapoktan Desa Damparan), Marleni (Gapoktan Desa Bintang Kurung), dan Tamam Tatau (Gapoktan Desa Penda Asam).

Pemkab Barito Selatan berkomitmen untuk terus memberikan dukungan nyata kepada petani melalui penyediaan benih unggul, alat pertanian, pendampingan teknis, dan akses pasar. Diharapkan, upaya ini mampu mendorong kemandirian pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Barito Selatan.

(Harli)