PALANGKA RAYA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Palangka Raya membuktikan keberhasilan Program Ketahanan Pangan Rutan Palangka Raya (Ketapang Rupa) melalui capaian produksi yang signifikan. Sepanjang Januari hingga April 2026, rutan tersebut berhasil memanen sekitar 1.200 kilogram ikan lele dari kegiatan budi daya yang dikelola secara mandiri.
Capaian tersebut menjadi indikator nyata bahwa program Ketapang Rupa tidak hanya berjalan sebagai konsep, tetapi telah memberikan hasil konkret dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Kepala Rutan Palangka Raya, Wayan Arya Budiartawan, didampingi Kasubsi Bimbingan Kerja (Bimker) Andreas, menyampaikan bahwa hingga saat ini kegiatan budi daya lele telah mencapai sekitar 30 kali panen.
“Program Ketapang Rupa ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga binaan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan yang bermanfaat bagi mereka,” ujarnya, Rabu (8/4/2026)
Ia menjelaskan, hasil panen lele dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan konsumsi WBP, sehingga mampu memperkuat kemandirian pangan di dalam rutan sekaligus meningkatkan asupan gizi warga binaan.
Selain itu, program ini juga menjadi sarana pembinaan keterampilan. Para WBP dilibatkan secara aktif dalam seluruh proses budi daya, mulai dari penebaran benih, perawatan, hingga panen.
Keterlibatan tersebut diharapkan menjadi bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah kembali ke masyarakat. Di sisi lain, pemanfaatan lahan di lingkungan rutan juga semakin optimal dengan disulap menjadi area produktif.
Ke depan, Rutan Palangka Raya berkomitmen untuk terus mengembangkan program Ketapang Rupa, baik melalui peningkatan produksi maupun pengembangan berbagai program pembinaan kemandirian lainnya. Keberhasilan ini menjadi bukti pembinaan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan di lingkungan rutan. (Red/Hum)

