ANDHRA PRADESH – Setelah Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi saling melakukan kunjungan kenegaraan, Indonesia dan India menyepakati belasan kerja sama di berbagai bidang. Momentum tersebut turut dimanfaatkan kalangan swasta untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
Salah satunya adalah GMR, perusahaan operator bandara asal India yang telah berinvestasi di Indonesia sejak 2021. Perusahaan ini merupakan salah satu operator bandara terbesar di India dan memiliki jaringan pengelolaan bandara di sejumlah negara.
“Indonesia merupakan mitra strategis India di ASEAN. Karena itu, kami berkomitmen untuk memperluas investasi di sana,” ujar Business Chairman International Airports and Energy GMR, Srinivas Bommidala, di sela inaugurasi Bandara Internasional Bhogapuram, Sabtu (1/8), melalui siaran pers GMR.
Bommidala mengatakan, investasi GMR di Indonesia melalui pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu, Medan, menjadi langkah awal yang ingin terus dikembangkan.
Menurutnya, Indonesia memiliki posisi penting bagi India, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga karena hubungan sejarah kedua negara yang telah terjalin selama berabad-abad, bahkan sebelum Indonesia dan India berdiri sebagai negara modern.
“Karena misi kami adalah membangun platform penerbangan internasional yang terintegrasi, dan tentu saja Indonesia sangat penting,” katanya.
Ia menambahkan, GMR terus memperluas jejak internasionalnya melalui berbagai aksi korporasi, termasuk di Filipina, Yunani, dan Indonesia.
Dalam lima tahun terakhir, GMR terlibat dalam pengembangan dan peningkatan operasional sejumlah bandara. Proyek terbarunya adalah Bandara Internasional Alluri Sitarama Raju di Bhogapuram, India.
Bandara yang diresmikan Perdana Menteri India Narendra Modi tersebut diproyeksikan menjadi salah satu gerbang penting yang menghubungkan kawasan Asia Selatan dengan Asia Tenggara.
“Bandara yang dibangun dalam waktu dua tahun lima bulan ini merupakan bandara greenfield yang kami bangun dari nol, termasuk akses jalannya,” kata Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Inovasi GMR, SGK Kishore, kepada wartawan.
Saat ini, GMR mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu melalui skema usaha patungan dengan PT Angkasa Pura Indonesia. Di Eropa, perusahaan tersebut bekerja sama dengan Pemerintah Yunani dan GEK Terna dalam pengembangan Bandara Heraklion di Pulau Kreta. Selain itu, GMR juga memberikan layanan konsultasi teknis untuk Bandara Internasional Mactan-Cebu di Filipina.
Secara keseluruhan, GMR kini terlibat dalam operasional sembilan bandara dengan rata-rata jumlah penumpang mencapai 121 juta orang. Capaian tersebut menjadikannya sebagai salah satu operator bandara terbesar di dunia. (Ap/Red)

