
BUNTOK – Memasuki puncak musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, semakin meningkat. Kondisi ini mendorong PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) memperkuat kesiapsiagaan serta mempercepat respons terhadap setiap kemunculan titik api, terutama di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Melalui tim Emergency Response Group (ERG) bersama mitra kerja dan kontraktor, PT MUTU meningkatkan kegiatan patroli dan pemantauan di sejumlah lokasi rawan. Dalam sepekan terakhir, personel ERG terlibat dalam penanganan kebakaran di Km 10–11 kawasan Desa Malitin, Km 45–48 sekitar Desa Ugang Sayu, serta kawasan Swalang di sekitar Desa Bipak Kali dan Desa Bintang Ara.
Tak hanya menangani kebakaran di sekitar wilayah operasional, tim ERG PT MUTU juga memberikan dukungan kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Ugang Sayu, Desa Palu Rejo, Desa Malitin hingga MPA Kecamatan Karau Kuala.
Dukungan tersebut dilakukan sebagai bentuk sinergi perusahaan bersama masyarakat dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan Karhutla selama musim kemarau.
Kepala Teknik Tambang PT MUTU, Ari Tri Atmoko, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam penanganan Karhutla merupakan bagian dari komitmen menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Menurutnya, setiap laporan maupun informasi mengenai titik api langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan serta koordinasi bersama pihak terkait.
“Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi kemarau dan potensi kebakaran lahan. Ketika ada laporan maupun ditemukan titik api di sekitar wilayah operasional, kami langsung melakukan pengecekan dan berkoordinasi untuk membantu proses pemadaman agar api tidak meluas dan membahayakan masyarakat,” ujar Ari, Senin (31/8/2026).
Menurut Ari, sebagian besar kebakaran yang ditangani terjadi pada lahan semak dan kebun. Kondisi lahan yang kering, cuaca panas, serta angin kencang dapat mempercepat penyebaran api sehingga dibutuhkan respons cepat untuk mengendalikan kebakaran sebelum meluas.
Selain melakukan penanganan di lapangan, PT MUTU juga menyiapkan dukungan bagi masyarakat yang terdampak kekeringan dan Karhutla melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Bantuan yang diberikan meliputi distribusi air bersih ke Desa Ugang Sayu, masker bagi masyarakat wilayah Ring I, khususnya siswa sekolah dasar dan kelompok rentan, bantuan sembako, serta sarana pendukung bagi MPA yang disalurkan secara bertahap.
Sementara itu, Division Head External PT MUTU, Arif Bunyamin, menegaskan pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk perusahaan, pemerintah, aparat dan masyarakat.
Ia mengimbau warga tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. “Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan,” tegasnya.
PT MUTU memastikan patroli, kesiapsiagaan personel, respons terhadap titik api, koordinasi lintas pihak dan dukungan PPM akan terus diperkuat untuk mencegah Karhutla meluas sekaligus mengurangi dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan. (apri)
