Hendra Kusuma Kembali Pimpin DPD Aptiknas Kalteng, Fokus pada Inovasi dan Kolaborasi

0
428

PALANGKA RAYA, Radarborneonusantara –
Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) kedua di Hotel Luwansa, Senin, (30/10/2023)

Kegiatan ini bertujuan untuk menetapkan kepengurusan baru serta mempererat hubungan antara pelaku usaha di bidang teknologi informasi dengan masyarakat dan pemerintah. Hendra Kusuma terpilih kembali untuk memimpin DPD APTIKNAS Kalteng dalam periode 2023-2027.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palangka Raya, Aratuni D Djaban, yang mengapresiasi pelaksanaan Musda. “Kami Pemko Palangka Raya menyambut baik. Saya bangga saya apresiasi ini (APTIKNAS),” ujar Aratuni saat menghadiri acara di Aula Luwansa Hotel.

Ketua DPD APTIKNAS Kalteng, Hendra Kusuma, yang baru saja terpilih menyampaikan bahwa pihaknya akan lebih fokus pada sosialisasi. Mereka juga berencana untuk melibatkan lebih banyak pengusaha lokal dalam e-katalog, dengan tujuan memperluas jangkauan dan meningkatkan partisipasi mereka.

“Kita juga akan memfasilitasi anak magang dari sekolah, agar bisa magang kerja di perusahaan nasional,” ungkapnya.

Selain itu, pihak APTIKNAS juga akan memberikan bimbingan kepada pengusaha yang belum familiar dengan cara penjualan e-katalog. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem bisnis di sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kalimantan Tengah.

Acara Musda II APTIKNAS ini turut didukung oleh beberapa perusahaan, antara lain CV. Logos Mandiri, CV. Data Mediatama, PT. Bestari Kalimantan Teknologi, dan PT. Adakom International.

Sebagai informasi, APTIKNAS merupakan organisasi profesional yang merupakan hasil transformasi dari Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO).

APKOMINDO, berdiri sejak tahun 1991, merupakan asosiasi Teknologi Informasi dan Komunikasi tertua di Indonesia. APTIKNAS sendiri didirikan oleh sejumlah pengusaha, praktisi, dan pendidik di bidang TIK dari seluruh Indonesia, dengan jumlah pendiri mencapai 100 orang. Organisasi ini telah dideklarasikan sejak 24 Februari 2017 dan memiliki legalitas resmi SK Kumham sejak 26 April 2017. (AP/Red)