BUNTOK, Radarborneonusantara – Tri Wahyuni, Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel), mengajak masyarakat untuk menjaga dan melindungi satwa langka di wilayah setempat. Politisi dari PDIP itu menekankan pentingnya pelestarian satwa langka sebagai bagian dari keberlanjutan ekosistem.
Dalam ucapan singkatnya, Tri Wahyuni menyoroti keberagaman satwa langka yang ada di Barsel, seperti tenggiling, orang utan, monyet bakantan, beruang madu, owa-owa, burung enggang, dan lainnya. “Satwa langka harus dijaga dan dilindungi agar tidak punah. Jangan buru satwa ini demi kepentingan pribadi,” ujarnya, Senin (18/3/2024)
Tri Wahyuni menegaskan bahwa satwa langka berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam. Oleh karena itu, pelestarian dan perlindungan satwa langka menjadi tanggung jawab bersama masyarakat.
Ia juga mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk aktif dalam upaya pelestarian, seperti mengawasi kegiatan ilegal dan mendukung regulasi yang lebih ketat terkait perlindungan satwa langka.
Pernyataan Tri Wahyuni ini mencerminkan kesadaran akan pentingnya menjaga keberadaan satwa langka di Barsel. Semoga ajakannya dapat membangkitkan kesadaran kolektif dan mendorong tindakan nyata untuk melindungi warisan alam ini.
, Tri Wahyuni juga menggarisbawahi pentingnya pendidikan dan kesadaran masyarakat. Menurutnya, pengetahuan akan pentingnya pelestarian alam dan keanekaragaman hayati perlu disosialisasikan secara luas agar masyarakat lebih peduli dan terlibat dalam upaya perlindungan satwa langka.
“Peran aktif masyarakat sangatlah penting dalam menjaga habitat alam dan satwa langka. Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan untuk masa depan,” tambahnya.
Selain itu, Tri Wahyuni juga menyoroti perlunya kerjasama antarinstansi dan sinergi antarstakeholder dalam upaya pelestarian satwa langka. Dia menekankan bahwa penanganan masalah lingkungan dan konservasi satwa tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, organisasi lingkungan, komunitas lokal, dan masyarakat umum. (Harli)

