PT Tamtama Perkasa Terima Penghargaan Zero Accident dari Gubernur Kalteng

0
377

PALANGKA RAYA – PT Tamtama Perkasa (TP) menerima penghargaan Zero Accident (Kecelakaan Nihil) dan Program Pencegahan serta Penanggulangan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dari Gubernur Kalimantan Tengah atas komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan program dan norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan, Selasa (16/7/2024).

Penghargaan ini merupakan wujud komitmen PT Tamtama Perkasa yang terus mengedepankan prinsip serta nilai-nilai K3 secara konsisten dan berkesinambungan.

Implementasi K3 di PT Tamtama Perkasa mengacu pada Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), yang merupakan hal mutlak dan wajib dipenuhi dalam mendukung aktivitas perusahaan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Tamtama Perkasa, Aris Budi Setiawan. Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sehingga perusahaannya bisa menerima penghargaan kecelakaan nihil.

“Saya menyampaikan bahwa PT Tamtama Perkasa adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara di Indonesia. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam menerapkan standar tinggi dalam keselamatan dan kesehatan kerja di seluruh operasionalnya,” ucap Aris kepada awak media.

Menurut Aris, penghargaan ini akan menjadi motivasi untuk lebih baik lagi di masa mendatang. Pihaknya memiliki program-program kerja yang telah direncanakan dan diterapkan di dalam perusahaan.

“Dimulai dengan membentuk Safety Behaviour atau Perilaku K3 yang mencakup segala aktivitas atau tindakan yang dapat dilihat atau diamati oleh orang lain. Langkah ini dicapai dengan Budaya K3, seperti mengembangkan visi, misi, serta tujuan K3 yang jelas. Visi, misi, serta tujuan K3 dikomunikasikan ke semua pihak, setiap area berusaha untuk mencapai tujuan K3 masing-masing, dan mendorong partisipasi semua anggota untuk mencapai visi, misi, serta tujuan K3,” paparnya.

Selain itu, juga dibentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) atau Komite Keselamatan Pertambangan. Ini merupakan badan yang membantu sebagai wadah kerja sama antara pengusaha dan pekerja untuk menerapkan K3.

Di tempat yang berbeda, HR Manager PT Tamtama Perkasa, Widyarsono, menjelaskan bahwa kontribusi P2K3 terhadap proses mencapai zero accident adalah pengorganisasian, pemeriksaan, dan evaluasi terhadap potensi timbulnya kecelakaan kerja.

P2K3 memiliki izin patroli K3 ke setiap area kerja, serta berwenang menghentikan proses kerja bila dinyatakan memiliki risiko tinggi tetapi belum dilakukan antisipasi pencegahannya.

“Kemudian ditunjang dengan Agenda Kerja K3 atau daftar tugas terkait masalah K3, yang dibuat oleh setiap departemen dan komite dalam pemantauan. Agenda Kerja K3 merupakan hasil evaluasi KPI zero accident. Setiap departemen maupun komite akan membuat target pencapaian zero accident sebagai salah satu pelaporan target di KPI,” jelas Widyarsono.

Menurut HR Manager PT Tamtama Perkasa, setiap bulan akan dilakukan rapat evaluasi pencapaian target zero accident dan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan pekerja dalam lingkup tiap departemen.

Semua itu didukung anggaran, karena Agenda Kerja K3 memerlukan biaya untuk membeli APD, pengadaan peralatan keselamatan, pelatihan, kelayakan peralatan, dan lainnya terkait pemenuhan target zero accident. Anggaran ini dapat diibaratkan sebagai investasi serta proteksi di masa depan.

Ia menambahkan, proses terakhir adalah kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja. Misalnya, tidak memenuhi kewajiban memakai APD atau bekerja di ketinggian lebih dari 2 meter tanpa menggunakan full body harness.

“Maka dari itu, sangat penting untuk melakukan sosialisasi K3 kepada para pekerja untuk membuka pemahaman bahwa keselamatan adalah hal utama yang sangat penting (safety first). Kemudian baru memberikan informasi tentang prosedur yang aman untuk melakukan pekerjaan tertentu. Beberapa poin penting dan perlu diperhatikan untuk mencapai zero accident,” pungkas pria kelahiran Jawa Timur ini. (Ap/Red)