BUNTOK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Selatan meluncurkan program kolaborasi pengelolaan sampah bertajuk “Panca Karya Barasih Sasameh,” Rabu (30/10/2024). Acara yang berlangsung di Kota Buntok ini dibuka oleh Penjabat (Pj) Bupati Barito Selatan, H. Deddy Winarwan, melalui Asisten Administrasi Umum, Mirwansyah, dan dihadiri oleh sejumlah kepala perangkat daerah.
Kepala DLH Kabupaten Barito Selatan, Bilivson, menyampaikan bahwa program ini berfokus pada lima kegiatan utama, yaitu Sosialisasi, Kemitraan, Pendidikan dan Pelatihan, Sistem Informasi, serta Regulasi. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2023 dan Kampanye Linguistik (Lingkungan Asik Tanpa Plastik), membangun kemitraan dengan pelaku usaha, serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, H. Deddy Winarwan menyoroti tantangan besar dalam pengelolaan sampah di tingkat nasional dan daerah. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), terjadi kenaikan jumlah sampah hingga 40 persen dalam lima tahun terakhir. “Kabupaten Barito Selatan sendiri menghadapi masalah signifikan, dengan hanya 23,14 persen sampah yang terkelola dan pengurangan sampah rumah tangga baru mencapai 5,51 persen,” jelasnya.
Deddy juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dan sektor swasta dalam pengelolaan sampah. “Pelibatan masyarakat harus terus didorong untuk mengatasi sampah, sementara sektor swasta juga perlu diberikan akses untuk berkontribusi dalam pengelolaan sampah daerah,” tambahnya.
Program ini melibatkan aparatur Kecamatan Dusun Selatan, aparatur Kelurahan Buntok Kota, Hilir Sper, Jelapat, serta Desa Pamait. Selain itu, Ketua RT percontohan dan warga dari delapan RT di wilayah tersebut turut serta dalam kegiatan ini.
Melalui kolaborasi “Panca Karya Barasih Sasameh,” diharapkan pengelolaan sampah di Barito Selatan dapat lebih terintegrasi dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat.
[Apri]

