SAMPIT – Warga binaan Nasrani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit mengikuti pembinaan kerohanian dan pelatihan keterampilan pembuatan tas tali jali. Program ini bertujuan membentuk pribadi yang lebih baik serta memberikan keterampilan yang berguna setelah mereka kembali ke masyarakat.
Pembinaan kerohanian dipandu oleh Ibu Henraya Mustika, Penyuluh Agama Kristen dari Kementerian Agama Kotawaringin Timur. Dalam sesi ini, warga binaan diajak untuk memperdalam iman dan nilai-nilai spiritual yang dapat mendukung pembentukan karakter positif selama menjalani masa tahanan.
Selain pembinaan kerohanian, para warga binaan juga mengikuti pelatihan pembuatan tas tali jali. Pelatihan ini bertujuan melatih ketelitian, kreativitas, dan keterampilan mereka dalam memproduksi barang bernilai ekonomi. Dengan keterampilan ini, diharapkan mereka memiliki bekal untuk mendukung kehidupan setelah bebas.
Kalapas Kelas IIB Sampit, Meldy Putera, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pembinaan yang seimbang antara aspek spiritual dan kemandirian. “Kami berharap warga binaan mendapatkan bekal keterampilan yang berguna setelah keluar dari Lapas,” ujarnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan warga binaan agar lebih siap menghadapi kehidupan di luar Lapas dengan keterampilan yang dapat memberikan kontribusi positif bagi diri mereka dan masyarakat. [Apri]

