BUNTOK – Penjabat Bupati Barito Selatan, H. Deddy Winarwan, menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW bukan hanya momentum religius, tetapi juga sarana strategis untuk memperkuat spiritualitas, akhlak, dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat. Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri Tabligh Akbar Isra Mi’raj di Masjid Agung Baiturrahman Buntok, Senin (20/1/2025).
Kegiatan yang mengusung tema “Isra Mi’raj sebagai Pondasi Spiritualitas Bangsa Menuju Indonesia Maju” ini dihadiri oleh Forkopimda, Dandim 1012 Buntok, Asisten Setda, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Ketua PHBI, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat dari berbagai kecamatan. Ribuan jamaah memadati masjid dan halaman, menciptakan suasana yang khidmat dan penuh keimanan.
Dalam sambutannya, Deddy Winarwan menekankan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan perjalanan spiritual yang mengandung pesan mendalam tentang ketaatan, kesabaran, dan kedekatan hamba kepada Sang Pencipta. “Peristiwa ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperkuat iman dan akhlak, agar mampu mewujudkan masyarakat yang harmonis, damai, dan penuh kasih sayang,” ujarnya.
Pj Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai ajang introspeksi diri. “Mari kita evaluasi diri, apakah kita sudah menjalankan ajaran Islam secara konsisten? Apakah kita sudah menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari?” tanya Deddy. Ia menambahkan, peringatan Isra Mi’raj harus mampu mempererat tali persaudaraan antarumat Islam, terutama di tengah keragaman sosial dan budaya di Kabupaten Barito Selatan.
Tabligh Akbar menghadirkan penceramah kondang asal Kalua, Kalimantan Selatan, Ustaz K.H. Muhammad Shukran. Dalam tausiahnya, ia mengajak jamaah untuk merenungkan makna hakiki Isra Mi’raj. “Ini bukan sekadar perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha, tetapi perjalanan dari kegelapan menuju cahaya, dari kebodohan menuju ilmu, dari dosa menuju taubat,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya salat lima waktu sebagai warisan langsung dari peristiwa tersebut, yang harus dijalankan dengan khusyuk dan penuh kesadaran.
Deddy Winarwan juga menyoroti pentingnya nilai-nilai spiritual dalam mendukung pembangunan daerah. “Kita tidak bisa membangun infrastruktur tanpa membangun karakter. Tidak ada artinya jalan bagus, pasar modern, dan gedung megah jika moralitas masyarakat rapuh,” tegasnya. Ia berharap Pemkab Barsel dapat mengintegrasikan pembinaan spiritual dalam program pembangunan, baik melalui pendidikan, pelayanan publik, maupun kegiatan sosial.
“Semoga peringatan Isra Mi’raj ini membawa berkah, mempererat silaturahmi, dan menjadi pemantik semangat kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik, bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” pungkas Deddy. Acara diakhiri dengan doa bersama dan pembagian santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial.
(Harli)

