PALANGKA RAYA – Hamparan hijau di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Palangka Raya tampak berbeda. Di antara dedaunan yang merambat, buah semangka berukuran besar siap dipanen. Bagi warga binaan pemasyarakatan, kegiatan ini bukan sekadar memetik hasil pertanian, melainkan juga memanen harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.
Kegiatan panen semangka yang dilaksanakan Rabu (5/2) menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus dukungan terhadap ketahanan pangan nasional. Sejak proses awal pengolahan lahan, penanaman bibit, hingga perawatan tanaman, warga binaan dilibatkan secara langsung dengan pendampingan petugas Lapas.
Suasana panen berlangsung penuh antusias. Warga binaan bersama petugas tampak memetik semangka yang telah matang, menimbang hasil panen, hingga menata buah hasil kerja mereka. Aktivitas tersebut menjadi bukti bahwa proses pembinaan di dalam Lapas tidak hanya berfokus pada pembatasan kebebasan, tetapi juga memberikan ruang pembelajaran dan keterampilan hidup.
Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Hisam Wibowo, mengatakan kegiatan pertanian menjadi salah satu program strategis dalam pembinaan warga binaan. Menurutnya, pembekalan keterampilan merupakan langkah penting agar warga binaan memiliki bekal positif ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan pertanian seperti panen semangka ini, kami ingin memberikan keterampilan nyata kepada warga binaan, sekaligus menanamkan nilai kerja keras, tanggung jawab, dan kemandirian,” ujar Hisam.
Ia menambahkan, program ketahanan pangan yang dijalankan Lapas Palangka Raya tidak berhenti pada satu komoditas saja. Pengembangan berbagai jenis tanaman pertanian terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan Lapas.
Bagi warga binaan, keterlibatan dalam kegiatan pertanian memberi pengalaman berharga. Selain menambah keterampilan, aktivitas tersebut juga menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif. Proses menanam hingga panen menjadi simbol perjalanan memperbaiki diri yang dilakukan secara bertahap.
Program SAE sendiri dirancang sebagai sarana pembelajaran praktik kerja yang menekankan pendekatan edukatif dan produktif. Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan mampu mengembangkan kemampuan yang dapat diterapkan sebagai sumber penghidupan setelah menjalani masa pidana.
Melalui panen semangka ini, Lapas Palangka Raya menegaskan komitmennya dalam menjalankan fungsi pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga berkontribusi terhadap program ketahanan pangan nasional. Dari balik tembok Lapas, benih keterampilan dan harapan terus ditanam, tumbuh, dan siap dipanen sebagai bekal menyongsong kehidupan baru. (*)

