Pj Bupati Tinjau Keramba Ikan dan Pasar Tradisional, Dorong Pengembangan Ekonomi Lokal

0
119

BUNTOK – Penjabat Bupati Barito Selatan, H. Deddy Winarwan, melakukan kunjungan kerja ke Buntok Seberang, Sabtu (18/1/2025), untuk meninjau langsung kondisi keramba ikan dan memantau aktivitas perdagangan di Pasar SAIK. Kunjungan ini menunjukkan perhatian serius pemerintah daerah terhadap pengembangan sektor perikanan dan perekonomian rakyat.

Dalam kunjungan pertama, Deddy didampingi Ketua TP-PKK Barsel, Erna Ardiani Palupi, serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah, meninjau lokasi keramba ikan yang berada di sepanjang sungai. Ia menyebut bahwa budidaya ikan di kawasan ini memiliki potensi besar sebagai sumber ekonomi masyarakat setempat. “Keramba ikan ini bukan hanya penghasil protein, tapi juga lapangan kerja dan sumber pendapatan keluarga,” ujar Deddy di lokasi.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan keramba yang berkelanjutan, termasuk pemantauan kualitas air, pakan ikan yang ramah lingkungan, serta pencegahan penyakit pada ikan. “Kita tidak boleh biarkan potensi ini terbuang hanya karena kurangnya pengawasan dan pendampingan teknis,” tegasnya. Deddy juga memerintahkan Dinas Perikanan untuk segera melakukan pendampingan intensif kepada para petani ikan.

Sebelum menyeberang kembali ke Buntok Kota, Pj Bupati menyempatkan diri mengunjungi Pasar SAIK untuk memantau langsung aktivitas perdagangan. Ia berdialog dengan para pedagang, menanyakan harga kebutuhan pokok, serta memastikan ketersediaan barang tetap terjaga. “Pasar tradisional adalah jantung ekonomi rakyat. Kita harus pastikan stabilitas harga dan kualitas barang,” ujarnya.

Deddy menyampaikan apresiasi kepada pedagang dan pengelola pasar atas upaya menjaga kelancaran distribusi barang. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya kebersihan dan kenyamanan pasar sebagai bagian dari pelayanan publik. “Kita ingin pasar ini bukan hanya ramai, tapi juga nyaman dan aman bagi pembeli dan pedagang,” tambahnya.

Pemkab Barsel berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sektor perikanan dan perdagangan melalui berbagai program, baik berupa bantuan teknis, pelatihan, maupun akses permodalan. “Kami ingin para pelaku usaha merasa didampingi, bukan dibiarkan,” ujar Deddy. Ia juga menegaskan bahwa sektor ekonomi rakyat harus menjadi tulang punggung pembangunan daerah.

Masyarakat menyambut baik kunjungan ini dan berharap dukungan pemerintah terus berlanjut. Banyak di antara mereka menyampaikan harapan agar bantuan teknis dan akses permodalan dapat ditingkatkan agar produksi bisa meningkat dan daya saing di pasar regional semakin kuat. “Kami siap bekerja keras, asal ada pendampingan dan bantuan yang tepat sasaran,” ucap salah satu petani ikan.

(Harli)