Kasongan–Kereng Pangi Longsor, Akses Trans Kalimantan Diberlakukan Buka-Tutup

0
3

PALANGKA RAYA – Ruas Jalan Trans Kalimantan di antara Kasongan dan Kereng Pangi, Kabupaten Katingan, mengalami longsor pada Minggu (5/7/2026), sehingga arus lalu lintas di jalur penghubung utama Palangka Raya–Sampit diberlakukan secara terbatas dengan sistem buka-tutup.

 

Longsornya badan jalan tersebut kembali menjadi perhatian karena ruas Trans Kalimantan merupakan jalur vital yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan, mulai dari angkutan penumpang, logistik, hasil perkebunan, hingga distribusi kebutuhan pokok. Gangguan pada ruas ini berpotensi memengaruhi kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kalimantan Tengah.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah mengenai penyebab pasti longsor maupun tingkat kerusakan yang terjadi. Kondisi tersebut memunculkan harapan agar pemerintah segera menyampaikan informasi terkait penyebab kejadian, kondisi konstruksi jalan, serta langkah penanganan yang akan dilakukan.

 

Di lokasi, aparat gabungan melakukan penanganan darurat dengan memasang rambu-rambu peringatan dan mengatur lalu lintas menggunakan sistem buka-tutup. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga arus kendaraan tetap dapat melintas meski harus bergantian, sehingga antrean tidak dapat dihindari.

 

Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur jalan di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, terutama saat musim hujan. Stabilitas lereng, sistem drainase, kondisi tanah, serta pemeliharaan rutin dinilai perlu mendapat perhatian agar kejadian serupa dapat diminimalkan.

Masyarakat yang akan melintasi ruas Palangka Raya–Sampit maupun sebaliknya diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman antar-kendaraan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan. Pengguna jalan juga disarankan mempertimbangkan rute alternatif apabila kondisi lalu lintas mengalami kepadatan.

Pemulihan akses secara cepat diharapkan menjadi prioritas mengingat Jalan Trans Kalimantan merupakan jalur strategis yang menopang mobilitas masyarakat sekaligus pergerakan distribusi barang dan perekonomian di Kalimantan Tengah. (Red)