Lapas Palangka Raya Panen 600 Kg Melon Premium, Hasil Pembinaan Warga Binaan

0
2

PALANGKA RAYA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya kembali membuktikan keberhasilan program pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian. Sebanyak 600 kilogram melon orange premium dipanen dari lahan perkebunan lapas, Jumat (3/7), sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Melon yang dipanen memiliki kualitas premium dengan bobot rata-rata 2 hingga 4 kilogram per buah. Daging buah berwarna oranye cerah, bertekstur lembut, dan bercita rasa manis, sehingga dinilai mampu bersaing dengan produk hortikultura unggulan.

Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Hisam, mengatakan panen tersebut merupakan hasil pembinaan yang melibatkan warga binaan sejak proses persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga masa panen. Seluruh kegiatan dilakukan di bawah pendampingan petugas dengan menerapkan teknik budidaya hortikultura secara intensif.

“Keberhasilan panen melon orange premium ini menunjukkan bahwa pembinaan warga binaan tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan kepribadian, tetapi juga pada peningkatan keterampilan dan kemandirian. Kami berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat setelah mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Hisam, program tersebut sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif di lingkungan lapas. Selain menghasilkan komoditas pertanian bernilai ekonomi, kegiatan itu juga memberikan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.

Ia menambahkan, pengembangan budidaya hortikultura akan terus dilakukan melalui diversifikasi komoditas pertanian sebagai upaya memperkuat pembinaan yang produktif dan mendukung ketahanan pangan.

“Program ini diharapkan terus berkembang sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi warga binaan maupun dalam mendukung ketahanan pangan,” pungkasnya. (Ap/Red)