SAMPIT – Mengawali tahun 2025, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, di bawah naungan Kanwil Kemenkumham Kalimantan Tengah, mengadakan pertemuan koordinasi dengan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sampit, Selasa (2/1/2025). Pertemuan ini bertujuan memastikan kelancaran dan akurasi dalam pengelolaan anggaran selama tahun anggaran 2025.
Kegiatan koordinasi yang berlangsung di kantor KPPN ini dihadiri oleh Edi Hartono bersama dua rekannya, Gunawan dan Rohmad Hidayah, mewakili pihak Lapas Sampit. Dalam pertemuan tersebut, dilakukan pembahasan mendetail mengenai perencanaan anggaran, alokasi dana, dan prosedur penggunaan sesuai peraturan yang berlaku.
Kalapas Sampit, Meldy Putera, menekankan pentingnya koordinasi ini sebagai langkah awal untuk memastikan pelaksanaan program di Lapas dapat berjalan dengan baik dan efisien. “Koordinasi dengan KPPN adalah wujud komitmen kami dalam mengelola anggaran secara transparan dan akuntabel. Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan layanan dan keamanan di Lapas Sampit terus meningkat,” ujarnya.
Edi Hartono, perwakilan dari Lapas Sampit, menyampaikan bahwa pertemuan ini memberikan pemahaman lebih jelas tentang pengelolaan anggaran yang sesuai dengan prosedur. “Koordinasi ini sangat penting, terutama untuk memastikan setiap pengeluaran anggaran mendukung program-program pemasyarakatan yang bermanfaat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP),” tuturnya.
Selain itu, pihak KPPN juga memberikan masukan terkait mekanisme pencairan dana dan tata kelola pelaporan anggaran. Hal ini dinilai krusial agar tidak terjadi hambatan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan operasional Lapas Sampit.
Koordinasi ini ditutup dengan komitmen dari kedua pihak untuk terus menjaga komunikasi yang baik demi memastikan pengelolaan anggaran yang efisien, transparan, dan sesuai regulasi. Dengan demikian, berbagai program Lapas yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan optimal sepanjang tahun 2025.
“Kolaborasi yang baik antara Lapas Sampit dan KPPN akan menjadi kunci keberhasilan dalam pengelolaan anggaran. Kami berharap langkah ini dapat menjadi awal yang baik dalam mendukung pelayanan dan pembinaan di Lapas,” pungkas Meldy Putera[.Apri]

