SAMPIT – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Kanwil Kemenkumham Kalimantan Tengah, menggelar tes urine rutin pada Jumat (3/1/2025) sebagai langkah awal memastikan lingkungan Lapas tetap bebas dari narkoba. Tes urine ini dilakukan secara acak kepada lima Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), dengan hasil menunjukkan seluruhnya negatif dari indikasi penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kasi Kamtib Lapas Sampit, Mokhamat Lirpan, bersama petugas Lapas dan dokter Klinik Pratama Lapas Sampit, dr. Kaharuddin. Alat yang digunakan dalam tes ini adalah core test CK.10P Multi-Drug Test Cup, yang mampu mendeteksi berbagai jenis narkoba sekaligus.
Kalapas Sampit, Meldy Putera, menyampaikan bahwa tes urine ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Sampit untuk mendukung program nasional pemberantasan narkoba, sesuai Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020. “Kami ingin memastikan bahwa Lapas Sampit tetap aman dan bebas dari peredaran narkoba. Hasil tes urine ini membuktikan komitmen kami dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif,” jelas Meldy.
Tes urine rutin ini juga bertujuan sebagai langkah preventif terhadap peredaran narkoba di dalam lapas. Dengan hasil yang bersih dari penyalahgunaan narkoba, Lapas Sampit menunjukkan integritasnya dalam menjalankan fungsi pemasyarakatan. “Kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan secara berkala untuk memastikan tidak ada celah bagi penyalahgunaan narkoba di lingkungan Lapas,” tambahnya.
Dokter Klinik Pratama Lapas Sampit, dr. Kaharuddin, menjelaskan bahwa tes urine yang dilakukan menggunakan alat uji standar dengan tingkat akurasi tinggi. “Kami berusaha memastikan bahwa hasil tes benar-benar valid dan mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan,” terangnya.
Kegiatan ini juga menjadi langkah Lapas Sampit untuk memberikan contoh kepada masyarakat tentang pentingnya integritas dalam upaya pemberantasan narkoba. Dengan hasil tes yang memuaskan, diharapkan upaya ini dapat terus dilakukan secara konsisten, tidak hanya untuk WBP tetapi juga bagi petugas Lapas.
“Tes urine ini adalah bukti keseriusan kami dalam menjaga Lapas Sampit dari pengaruh buruk narkoba. Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan menjalankan program pemberantasan narkoba dengan tegas,” pungkas Meldy Putera.[Apri]

