Petani Teluk Timbau Percepat Tanam Antisipasi Cuaca Ekstrem

0
24

BUNTOK – Petani di Desa Teluk Timbau mempercepat masa tanam padi untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kamis (9/4/2026). Langkah ini dilakukan guna menghindari risiko kekeringan akibat fenomena El Nino serta ancaman luapan sungai yang berpotensi merendam lahan persawahan.

Sekitar 50 kepala keluarga menggarap 40 hektare sawah secara serentak sebagai upaya menjaga produksi pertanian di tengah potensi perubahan cuaca. Percepatan ini dinilai penting mengingat kenaikan debit air sungai dapat terjadi dengan cepat dan berisiko merendam area persawahan dalam waktu singkat.

Kepala desa setempat mengatakan percepatan tanam merupakan strategi adaptif menghadapi dua ancaman sekaligus, yakni kekeringan dan banjir. “Jika terlambat, tanaman bisa terdampak sebelum masuk masa panen. Maka kami harus bergerak cepat sejak tahap awal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program percepatan dilakukan melalui pengolahan lahan lebih cepat, persemaian lebih awal, serta penggunaan bibit unggul yang lebih tahan terhadap perubahan cuaca. Masa tanam hingga panen di wilayah tersebut berkisar empat bulan sejak persemaian, sehingga ketepatan waktu menjadi faktor penting dalam menjaga hasil produksi.

Selain itu, dukungan juga datang dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT TTA Group yang meninjau langsung kondisi pertanian di desa tersebut. Perusahaan turut memberikan bantuan mesin perontok padi guna mempercepat proses panen dan meningkatkan efisiensi hasil.

Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan sektor swasta dinilai mampu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi perubahan iklim. Percepatan masa tanam ini diharapkan dapat menjaga produktivitas pertanian sekaligus menjadi contoh adaptasi bagi wilayah lain dengan kondisi serupa. (Red)