Kepedulian dari Balik Tembok Lapas

0
39

PALANGKA RAYA – Pagi itu, suasana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palangka Raya terasa berbeda. Di tengah bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, institusi pemasyarakatan tersebut membuka ruang empati dengan menyalurkan puluhan paket bantuan pangan kepada keluarga warga binaan, Senin (23/2).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu berlangsung sederhana namun sarat makna. Jajaran pejabat struktural dan staf terlibat langsung dalam penyerahan bantuan kepada keluarga yang dinilai paling terdampak secara ekonomi.

Bakti sosial tersebut merupakan bagian dari implementasi program Asta Cita Presiden RI sekaligus tindak lanjut arahan Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengenai penguatan fungsi sosial satuan kerja pemasyarakatan periode 2025–2026.

Di balik tembok lembaga pemasyarakatan, perhatian tidak hanya tertuju pada pembinaan warga binaan. Keluarga yang menanti di rumah juga menjadi bagian dari mata rantai sosial yang tak terpisahkan.

Kepala Lapas Palangka Raya, Hisam Wibowo, menilai Ramadan sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi antara institusi dan masyarakat sekitar.

“Di bulan yang penuh berkah ini, kami ingin memastikan hubungan antara Lapas dan masyarakat sekitar tetap terjaga dengan baik. Bantuan ini merupakan wujud kehadiran negara untuk merangkul mereka. Semoga bantuan yang kami salurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga di rumah dalam menjalankan ibadah puasa,” ujar Hisam.

Menurut dia, bantuan tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan cerminan komitmen lembaga dalam menjalankan fungsi sosialnya. Kepedulian terhadap keluarga warga binaan diharapkan mampu meringankan beban ekonomi selama Ramadan.

Melalui langkah kecil itu, Lapas Palangka Raya berupaya menegaskan bahwa pembinaan tidak berhenti pada individu, melainkan juga menyentuh lingkar sosial terdekatnya—keluarga—yang turut menjalani dinamika kehidupan di luar tembok penjara. (*)